Tuesday, March 13, 2012

Menu Sehat Makan Malem

Posted by Ratna Komala at 6:29 AM 0 comments
Menu Makan Malam Sehat Untuk Diet – Bagaimana daftar menu yang sangat cocok bagi anda yang mempunyai program diet dapat mengetahuinya pada perjumpaan ini. Adapun selain menu makan malam sehat untuk diet ini, sebenarnya banyak faktor penting lainnya agar kerja keras menahan lapar anda nantinya tidak sia-sia. Baiklah selain menu diet nanti juga akan dituliskan apa saja yang harus dihindarkan pada saat diet berlangsung. Ok selamat mencoba beberapa tips berikut ini dan semoga berhasil dengan sempurna.

I. Menu makan malam sehat untuk diet yang ideal:
  •   Sup Sayuran Hijau.
  •   Salad Segar.
  •   Sepotong Roti Gandum
  •   Tahu, Tempe dan Makana yang berbahan kedelai.
  •   Jagung
  •   Campurkan juga masakan dengan kacang-kacangan seperti buncis, kacang polong, kacang merah.
II. Daftar Menu yang perlu dihindari disaat diet:
  • Minuman manis dimana banyak mengandung gula seperti soda. Sebaiknya ganti dengan banyak mengkonsumsi air putih atau jus buah segar.
  • Makanan banyak mengandung lemak trans, contohnya lemak pada margarin dan goreng-gorengan yang seringkali menjadi santapan malam.
  • Ingat untuk selalu menghindari makanan pencuci mulut seperti kue basah, es krim, dan cake agar hasil akhir dari program diet nanti dapat berhasil.

Durhaka Kepada Orang Tua

Posted by Ratna Komala at 6:08 AM 0 comments
Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka. [QS. Al-Isra' (17): 23]
‘Uquuqul walidain (durhaka kepada orang tua) adalah dosa besar. Karena itu, Rasulullah saw. –seperti yang dikutip oleh Ibnu Al-Atsir dalam kitabnya An-Nihaayah—melarang perbuatan durhaka kepada kedua orang tua.
Seseorang dikatakan ‘aqqa waalidahu, ya’uqquhu ‘uqaaqan, fahuwa ‘aaqun jika telah menyakiti hati orang tuanya, mendurhakainya, dan telah keluar darinya. Kata ini merupakan lawan dari kata al-birru bihi (berbakti kepadanya).
Kata al-’uquuq (durhaka) berasal dari kata al-’aqq yang berarti asy-syaq (mematahkan) dan al-qath’u (memotong). Jadi, seorang anak dikatakan telah durhaka kepada orang tuanya jika dia tidak patuh dan tidak berbuat baik kepadanya, atau dalam bahasa Arab disebut al-’aaq (anak yang durhaka). Jamak dari kata al-’aaq adalah al-‘aqaqah. Berdasarkan pemaknaan ini, maka rambut yang keluar dari kepala seorang bayi yang baru lahir dari perut ibunya dinamakan dengan aqiiqah, karena rambut itu akan dipotong.
Yang dimaksud dengan al-’uquuq (durhaka) adalah mematahkan “tongkat” ketaatan dan “memotong” (memutus) tali hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya.
Jadi, yang dimaksud dengan perbuatan durhaka kepada kedua orang tua adalah mematahkan “tongkat” ketaatan kepada keduanya, memutuskan tali hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya, meninggalkan sesuatu yang disukai keduanya, dan tidak menaati apa yang diperintahkan atau diminta oleh mereka berdua.
Sebesar apa pun ibadah yang dilakukan oleh seseorang hamba, itu semua tidak akan mendatangkan manfaat baginya jika masih diiringi perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya. Sebab, Allah swt. menggantung semua ibadah itu sampai kedua orang tuanya ridha.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa dia berkata, “Tidaklah seorang muslim memiliki dua orang tua muslim, (kemudian) dia berbakti kepada keduanya karena mengharapkan ridha Allah, kecuali Allah akan membukakan dua pintu untuknya –maksudnya adalah pintu surga–. Jika dia hanya berbakti kepada satu orang tua (saja), maka (pintu yang dibukakan untuknya) pun hanya satu. Jika salah satu dari keduanya marah, maka Allah tidak akan meridhai sang anak sampai orang tuanya itu meridhainya.” Ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbas, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya?” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya.”
Oleh karena itu ketika ada seseorang yang memaparkan kepada Rasulullah saw. tentang perbuatan-perbuatan ketaatan (perbuatan-perbuatan baik) yang telah dilakukannya, maka Rasulullah saw. pun memberikan jawaban yang sempurna yang dikaitkan dengan satu syarat, yaitu jika orang itu tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.
Diriwayatkan dari ‘Amr bin Murah Al-Juhani r.a. bahwa dia berkata, “Seorang lelaki pernah mendatangi Nabi saw. kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang haq), kecuali Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah. Aku (juga) telah melaksanakan shalat lima (waktu), menunaikan zakat dari hartaku, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.’ Nabi menjawab, ‘Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan (seperti) ini, maka dia akan bersama para nabi, shiddiqiin, dan syuhada pada hari Kiamat nanti seperti ini –beliau memberi isyarat dengan dua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah)—sepanjang dia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.’”
Hadits-hadits Tentang Durhaka
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka!” Seseorang bertanya, “Siapa yang celaka, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Barangsiapa yang sempat bertemu dengan kedua orang tuanya, tetapi dia tidak bisa masuk surga (karena tidak berbakti kepada mereka).”
Diriwayatkan dari Jabir bin Samrah r.a., dia berkata, Nabi saw. pernah naik ke atas mimbar, kemudian dia mengucapkan, “Amin, amin, amin.” Lalu beliau bersabda, “Jibril a.s. telah mendatangiku, kemudian dia berkata, ‘Wahai Muhammad, barangsiapa yang sempat bertemu dengan salah satu dari kedua orang tuanya (dan tidak berbakti kepada mereka), kemudian dia meninggal dunia, maka dia akan masuk neraka dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku pun mengatakan ‘amin’. Jibril kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, barangsiapa yang menjumpai bulan Ramadhan (dan dia tidak berpuasa) kemudian meninggal dunia, maka Allah tidak mengampuninya, dimaksukkan ke neraka, dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku pun mengatakan ‘amin’.’ Jibril kemudian berkata, ‘Barangsiapa yang ketika disebutkan namamu di sisinya, tetapi dia tidak (membaca) shalawat kepadamu, kemudian dia meninggal dunia, maka dia akan masuk neraka dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku mengatakan ‘amin’.'”
Diriwayatkan dari Mughirah, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada kalian perbuatan durhaka kepada ibu-ibu (kalian), menuntut sesuatu yang bukan hak (kalian), dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga telah membenci percakapan tidak jelas sumbernya, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.”
Bukhari-Mualim meriwayatkan dari Abu Bakrah, dari bapaknya bahwa dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Maukan kalian jika aku beritahukan (kepada kalian) tentang dosa yang paling besar?’ Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali. Kami menjawab, ‘Mau, ya Rasulullah.’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.’ Saat itu beliau sedang bersandar, kemudian beliau duduk, lalu bersabda, ‘Ketahuilah, (juga) kata-kata palsu dan kesaksian palsu. Ketahuilah, (juga) kata-kata palsu dan kesaksian palsu.’ Beliau terus mengatakan hal itu sampai aku berkata, beliau (hampir saja) tidak diam.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Angin surga akan dihembuskan dari jarak lima ratus tahun dan tidaklah akan mencium bau surga itu orang yang suka menyebut-nyebut amal perbuatannya, orang yang durhaka (kepada orang tuanya), dan orang yang kecanduan khamr.”
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwa dia bersabda, Rasulullah saw. bersabda, “(Ada) tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari Kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuannya, orang yang kecanduan khamr, dan orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya.”
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa dia berkata, Rasulullah bersabda, “Di antara dosa yang paling besar adalah (apabila) seorang anak melaknat kedua orang tuanya.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seorang anak melaknat kedua orang tuannya?” Rasulullah saw. menjawab, “(Apabila) anak mencaci ayah orang lain, maka berarti dia mencaci ayahnya (sendiri), dan dia mencaci ibu orang lain, maka berarti dia telah mencaci ibunya (sendiri).”
Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. bahwa dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah dianggap berbakti kepada sang ayah jika seseorang menajamkan pandangan (matanya) kepada ayahnya itu karena ia marah (kepadanya).’”
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a., dari Nabi saw. bersabda beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah swt. tidak menyukai perbuatan durhaka (kepada kedua orang tua).”
Diriwayatkan dari Abu Bakrah r.a. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap dosa akan Allah tangguhkan (hukumannya) sesuai dengan kehendak-Nya, kecuali (dosa karena) durhaka kepada kedua orang tua. Sesungguhnya Allah swt. akan menyegerakan hukuman perbuatan itu kepada pelakunya di dunia ini sebelum ia meninggal.”
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a., dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Keridhaan Allah itu ada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan-Nya ada pada kemarahan kedua orang tua.”

Bentuk-bentuk Perbuatan Durhaka
  1. 1. Tidak memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan.
  2. 2. Tidak melayani mereka dan berpaling darinya. Lebih durhaka lagi bila menyuruh orang tua melayani dirinya.
  3. 3. Mengumpat kedua orang tuanya di depan orang banyak dan menyebut-nyebut kekurangannya.
  4. 4. Mencaci dan melaknat kedua orang tuanya.
  5. 5. Menajamkan tatapan mata kepada kedua orang tua ketika marah atau kesal kepada mereka berdua karena suatu hal.
  6. 6. Membuat kedua orang tua bersedih dengan melakukan sesuatu hal, meskipun sang anak berhak untuk melakukannya. Tapi ingat, hak kedua orang tua atas diri si anak lebih besar daripada hak si anak.
  7. 7. Malu mengakui kedua orang tuanya di hadapan orang banyak karena keadaan kedua orang tuanya yang miskin, berpenampilan kampungan, tidak berilmu, cacat, atau alasan lainnya.
  8. 8. Enggan berdiri untuk menghormati orang tua dan mencium tangannya.
  9. 9. Duduk mendahului orang tuanya dan berbicara tanpa meminta izin saat memimpin majelis di mana orang tuanya hadir di majelis itu. Ini sikap sombong dan takabur yang membuat orang tua terlecehkan dan marah.
  10. 10. Mengatakan “ah” kepada orang tua dan mengeraskan suara di hadapan mereka ketika berselisih.

Tips Atasi Rasa Gugup Saat Berkencan

Posted by Ratna Komala at 5:59 AM 0 comments
1. Berpikir Positif
Usir semua pikiran negatif dalam pikiran Anda. Jika Anda berpikir sesuatu yang buruk akan terjadi pada kencan pertama, maka malah akan membuat Anda semakin gelisah. Percaya dirilah dan jika Anda berpikir positif, maka kencan Anda akan jauh lebih menyenangkan.

2. Jangan Berharap Banyak

Berharap terlalu banyak dari kencan pertama, hanya akan membawa Anda pada kekecewaan jika pengharapan Anda tidak sesuai. Jadi, daripada Anda berharap dia menjadi kesatria, lebih baik Anda fokus pada kencan yang menyenangkan. Selain itu, jadilah diri sendiri. Memberi tekanan pada diri sendiri untuk membuat si dia terpesona pada Anda, hanya akan membuat Anda frustasi.

3. Tetap Tenang

Lakukan sesuatu untuk mengalihkan diri dari rasa gugup Anda sebelum kencan. Tidak sedikit wanita yang tidak bisa tidur pada malam sebelum kencan, karena terlalu gugup. Untuk itu, sebelum hari besar itu berlangsung, lakukanlah aktivitas yang menyenangkan seperti olahraga, memanjakan diri di salon atau sekedar membaca buku. Lakukan apa pun yang meminimalkan kecemasan Anda sebelum kencan.

4. Pikirkan Topik Yang Akan Dibicarakan

Luangkan waktu untuk memikirkan topik pembicaraan yang seru bersamanya. Anda bisa membahas acara konser yang akan segera hadir, film yang bagus untuk ditonton atau membahas buku yang baru saja Anda selesai membacanya. Apa pun pembahasannya, sisipi dengan lelucon untuk mencairkan suasana.

Manjurnya Do'a Ibu dan Ayah

Posted by Ratna Komala at 5:52 AM 0 comments
"Tiga macam doa yang pasti dikabulkan (mustajabah), yang sama sekali tidak ada keraguan tentang itu, yaitu: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang sedang berpergian (musafir), dan doa orang teraniaya."
(HR. Bukhari, Muslim, dari Abi Hurairah)

"Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi untuk umatnya."
(HR.ad-Dailami)

Hadis ini memberitahukan bahwa doa yang tidak ditolak Allah swt. adalah doa ibu dan ayah (orang tua) untuk anaknya. Dan, doa ibu dan ayah bagaikan doa nabi kepada umatnya. Seorang nabi yang mendoakan kebaikan untuk umatnya, niscaya Allah mengabulkan. Sebaliknya, seorang nabi yang mendoakan kehancuran karena kedurhakaan kaumnya, Allah pun akan mengabulkan.
Jadi, keberhasilan atau kebaikan, bahkan keburukan yang terjadi pada setiap anak di dunia ini tak hanya ditentukan oleh dirinya sendiri dan ketakwaannya kepada Allah semata, tetapi juga ditentukan oleh manjurnya doa ibu dan ayah. Lalu, apa saja keuntungan jika mereka selalu mendoakan kita? Bagaimana caranya berbakti pada mereka? Temukanlah di dalam buku ini, dan simaklah kisah-kisahnya yang menakjubkan.
"Barangsiapa yang merelakan diri terhadap kedua orang tuanya berarti ia rela (senang) terhadap Allah, dan barangsiapa yang memarahi kedua orang tuanya maka ia seperti memarahi Allah."
(HR. Bukhari)

"Keridhaan Allah terletak pada keridhaan ibu bapak dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibu bapak."
(HR. Tirmidzi)

Untuk Ayah dan Ibu

Posted by Ratna Komala at 5:46 AM 0 comments
I Love you mom .... dad

Mungkin “dia” Memang Maha kuasa
Maha pintar, lagi Bijaksana.
Coba Kita lihat….
Ada ratusan juta yang dapat dipilihnya
Tapi, dia selalu tau, kemana aku akan dititipkan
Walau Hanya lewat usaha semalam
Hasilnya pun 9 bulan kemudian
Aku berhasil dilahirkan
Mom, terima kasih atas pengorbananmu
atas 9 bulan yang pasti melelahkan dalam hidupmu
atas perjuanganmu membinaku
menyayangiku…
mencintaiku…
Dad… Terima kasih atas Rasa sayangmu
Atas kerja kerasmu untuk membelikan ku susu
Membelikan ku baju, dan memenuhi semua kebutuhanku
Terutama atas kasih sayangmu
Yang membuat ku selalu Betah berada di sampingmu
Aku cuma bisa berharap dan berusaha
Apa yang kalian impikan atas diriku jadi kenyataan
Tapi terlepas dari itu semua
aku gak akan pernah melupakan
Kalian lah yang terhebat dalam hidupku
I love you mom
Very love you……
Dad…. Love you so much….
Very love you….

Tips Agar Tetap Tegar diputusin Pacar

Posted by Ratna Komala at 5:37 AM 0 comments
  • • Tetap berpikir Jernih
    Wajar sih kalau kamu menangis setelah diputusin pacar. Tapi, kalau kamu sudah pasrah dan menjadi cewek yang menutup diri itu engga wajar namanya. Sebaiknya jernihkah pikiran kamu dengan cara menikmati kesendirian kamu. Pikirkan hal-hal yang positif saat kamu menjalankan segala sesuatunya sendiri. Yakinkan diri kamu kalau si dia bukanlah segala-galanya bagi kamu.

    • Manjakan diri kamu
    Setelah menjernihkan pikiran, sekarang saatnya kamu bangkit. Manjakan diri kamu dengan melakukan perawatan di salon. Percantik diri kamu sendiri.

    • Menghabiskan waktu bersama sahabat
    Setelah putus, bukan berarti kamu engga bisa senang-senang kan? Habiskan waktu bersama sahabat-sahabat kamu. Hanyutkan kenangan kamu bersama sang mantan pacar dengan kenangan bersama sahabat-sahabat kamu.


    • Cari gebetan baru
    Untuk menghilangkan bayangan mantan pacar dengan cepat, biasanya kamu memerlukan “orang baru” girls. Cari gebetan baru yang memiliki wajah dan kepribadian yang berbeda dengan mantan kamu. Supaya kamu engga inget terus sama mantan kamu.

Tips Cara Merawat Mata Agar Selalu Sehat

Posted by Ratna Komala at 5:33 AM 0 comments
1. Seringlah berkedip.
Kenapa harus sering berkedip? Dengan berkedip, mata akan memproduksi air mata yang fungsinya melembabkan. Sehingga mata kita tidak kering. Mungkin terasa aneh bila harus sering berkedip. Bila kita sedang bekerja di depan komputer, menonton televisi atau membaca buku kita bisa lupa mengedipkan mata. Akibatnya kita sering merasakan mata kita kering dan pedih.
2. Perhatikan Pencahayaan dalam ruangan
Mengatur cahaya dalam ruangan sangat diperlukan sebab sangat berpengaruh bagi kenyaman kita terutama pada penglihatan. Gunakan porsi yang tepat untuk mengatur pencahayaan di tiap ruangan. Seperti ruang kerja, gunakan cahaya yang terasa nyaman buat mata kita. Jangan terlalu terang atau terlalu redup.
3. Gunakan Pengaman pada layar Komputer
Bila anda sering bekerja dengan komputer ataupun laptop jangan lupa melengkap layar monitornya dengan pelindung. Agar penglihatan kita terbebas dari radiasi yang ditimbulkan oleh layar monitor.

4. Hindari tempat - tempat yang banyak asap
.
Asap bisa menyebabkan iritasi pada mata ini wajib untuk dihindari. Perlu juga diperhatikan bahwa kita sebaiknya mengurangi aliran udara yang melewati mata. Misalkan bila kita menggunakan kipas angin, usahakan jangan sampai aliran udara dari kipas tersebut terlalu sering melewati mata. Ini bisa menyebabkan mata kita cepat kering.
5. Gerakkan bola mata
Bila terjadi iritasi pada mata kita sebaiknya bola mata kita gerakkan berputar - putar dalam keadaan mata terpejam. Peganglah mata yang terpejam dengan telapak tangan selama 10 detik.
6. Uapi kedua mata
Untuk mengatasi kelelahan pada mata kita adalah dengan penguapan. Gunakan daun sirih. Caranya, masukkan beberapa lembar daun sirih kedalam wadh, lalu tuangkan air panas. Tundukkan wajah di atas wadah tersebut. Dengan begini rasa lelah yang membebani mata kita akan hilang.
7. Gunakan obat tetes mata
Kita bisa menggunkan obat tetes mata untuk mengatasi mata kita yang kelelahan atau mengalami iritasi. Tapi kita perlu bijaksana dalam menggunakannya. Gunakan sesuai petunjuk pemakaian agar aman bagi mata dan bila perlu berkonsultasilah kepada dokter mata bila ada keluhan pada penglihatan kita terutama pada kedua mata kita.
 

Ratna Komala Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea