Mempertimbangkan memasuki pernikahan? Jika ya, jalur resmi pertama yang
harus ditempuh adalah bertemu calon mertua (camer). Berhasil menundukkan
hati mertua, yakinlah selanjutnya adalah jalan tol yang mulus
membentang. Masalahnya, untuk memenangkan hati camer gampang-gampang
susah. Gampang kalau tahu selah atau triknya.
Sebelum bertemu langsung dengan camer, perlu diingat sebuah rumus psikologis yang sudah menjadi rahasia umum, bahwa penting sekali menanamkan kesan baik pada pandangan pertama. Hal ini akan berpengaruh pada tindakan orang tersebut terhadap kita dan sebaliknya.
Kendati ingin menampilkan kesan menyenangkan, psikolog di beberapa klinik psikologi , menganjurkan untuk tidak memaksakan penampilan alias tampil dibuat-buat. Sikap yang harus ditampilkan adalah sikap respek yang natural karena walau bagaimanapun camer lebih tua dan lebih banyak pengalaman hidupnya.
"Jangan menunjukkan hormat yang berlebih dan jangan pula bersikap SA atau sok akrab karena camer akan cepat merasakan tingkah laku yang dibuat-buat,"
Penampilan fisik harus
benar-benar dicermati, tentu saja tampil dengan pakaian sopan. Hindari
pakaian yang menonjolkan bagian-bagian tubuh Anda secara detail.
Meskipun Anda menyukainya karena terlihat seksi dan mengagumkan, belum
tentu calon mertua menoleransinya. Gunakan pakaian yang sudah pernah
dikenakan atau sudah pernah dicoba.
"Hindari pakaian yang baru dibeli yang langsung dipakai. Dikhawatirkan Anda belum mengenal seluk-beluk pakaian atau pas tidaknya di tubuh Anda. Ingin kelihatan bagus, pakaian baru malah bisa membuat Anda menjadi kaku dan mati gaya,"
"Hindari pakaian yang baru dibeli yang langsung dipakai. Dikhawatirkan Anda belum mengenal seluk-beluk pakaian atau pas tidaknya di tubuh Anda. Ingin kelihatan bagus, pakaian baru malah bisa membuat Anda menjadi kaku dan mati gaya,"
Sebagai
tanda perhatian, boleh-boleh saja membawa buah tangan, sepanjang hal
ini sudah dikonfirmasikan dengan pacar. Jangan sampai oleh-oleh yang
dibawa justru adalah barang atau sesuatu yang tidak disukai oleh camer.
Dalam berkomunikasi, Dewi menyarankan pembicaraan ringan dan menghindari hal yang bersifat privasi. "Tanyakan kegiatan yang menjadi hobi camer di waktu senggang. Amati sekeliling rumahnya dan tanyakan hal yang menarik hati Anda," ujar Dewi.
Jika Anda mengagumi sesuatu pada diri calon mertua atau hal lain yang berkaitan dengannya, Anda boleh mengatakannya. "Ungkapkan kekaguman Anda pada sesuatu yang memang pantas dikagumi, tetapi jangan juga berlebihan,"
Dalam berkomunikasi, Dewi menyarankan pembicaraan ringan dan menghindari hal yang bersifat privasi. "Tanyakan kegiatan yang menjadi hobi camer di waktu senggang. Amati sekeliling rumahnya dan tanyakan hal yang menarik hati Anda," ujar Dewi.
Jika Anda mengagumi sesuatu pada diri calon mertua atau hal lain yang berkaitan dengannya, Anda boleh mengatakannya. "Ungkapkan kekaguman Anda pada sesuatu yang memang pantas dikagumi, tetapi jangan juga berlebihan,"
Kendati mungkin pacar Anda
sudah sering memberi informasi lengkap tentang Anda kepada orang tuanya,
pada kesempatan pertama bertemu itu tetap perkenalkan diri Anda secara
langsung. Ada pantangan yang bisa membuat Anda "tekor" di hadapan calon
mertua, yakni melakukan "presentasi" dalam arti bersikap menggurui,
mengkritik tentang kesehatan mereka, perilaku, atau ilmu. "Walaupun
mungkin Anda seorang dokter, psikolog atau ilmuwan, jangan menggurui
mereka dengan ilmu Anda. Kalaupun mereka bertanya, jawablah dan
menyelipkan bahwa ini hanya sepengetahuan Anda. Dengan kata lain
bersifatlah rendah hati," Sejauh mana kita bisa
berakrab-akrab dengan camer? Walaupun Anda berdua sudah berpacaran lama,
berkenalan langsung dengan mereka baru kali ini. "Ingat kesan pertama
sangat menentukan seterusnya," Jadi silakan berakrab-akrab, tetapi
terbatas. Jangan mengeluarkan semua kepustakaan Anda tentang keluarga
camer walaupun di benak Anda sudah sangat penuh. "
Kemesraan Anda dengan pacar yang selama ini Anda tunjukkan pada teman-teman Anda, sebaiknya dibatasi di depan calon mertua.Menunjukkan kemesraan pada calon mertua bisa menuai badai, apalagi pada camer perempuan. Ini biasa diartikan menantang, bahwa, "Sekarang aku memenangkan kasih sayang anakmu." Kalaupun keadaan menyudutkan, tunjukkan kemesraan dengan tatapan mata saja pada si dia.
Jika pada perkenalan pertama Anda mendapat kritik dari mereka, jangan disikapi sebagai penolakan calon mertua. Ucapkan terima kasih atas sarannya dan Anda akan mencoba memperbaiki dengan bimbingan mereka tentunya. Hal ini akan semakin mendekatkan Anda dengan calon mertua. Nah, jangan takut bertemu sang calon mertua.
Kemesraan Anda dengan pacar yang selama ini Anda tunjukkan pada teman-teman Anda, sebaiknya dibatasi di depan calon mertua.Menunjukkan kemesraan pada calon mertua bisa menuai badai, apalagi pada camer perempuan. Ini biasa diartikan menantang, bahwa, "Sekarang aku memenangkan kasih sayang anakmu." Kalaupun keadaan menyudutkan, tunjukkan kemesraan dengan tatapan mata saja pada si dia.
Jika pada perkenalan pertama Anda mendapat kritik dari mereka, jangan disikapi sebagai penolakan calon mertua. Ucapkan terima kasih atas sarannya dan Anda akan mencoba memperbaiki dengan bimbingan mereka tentunya. Hal ini akan semakin mendekatkan Anda dengan calon mertua. Nah, jangan takut bertemu sang calon mertua.


0 comments:
Post a Comment